Filsafat sesungguhnya bukan milik
ruang akademik semata. Ia hadir sejak manusia pertama kali bertanya tentang
asal-usul, tujuan hidup, kebenaran, keadilan, dan makna keberadaan. Oleh karena
itu, buku ini disusun untuk memper-kenalkan filsafat secara utuh, runtut, dan
membumi—mulai dari dasar-dasar filsafat, sejarah pemikiran Barat, Arab–Islam,
dan Timur, hingga filsafat Nusantara dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Buku ini tidak bertujuan
menjadikan pembaca sebagai penghafal istilah atau tokoh filsafat. Tujuan
utamanya adalah membantu pembaca belajar
berpikir secara jernih, kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.
Filsafat dipahami bukan sebagai kumpulan teori, melainkan sebagai latihan
kesadaran intelektual dan moral.
Penyusunan buku ini berangkat
dari keyakinan bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah makhluk filsafati.
Ketika seseorang merenung, mempertanyakan, menimbang, dan mencari makna, pada
saat itulah ia sedang berfilsafat. Karena itu, bahasa dan alur pembahasan dalam
buku ini diupayakan agar tetap konseptual namun mudah dipahami, agar dapat
diakses oleh mahasiswa, pendidik, peneliti, maupun pembaca umum yang ingin
berkenalan lebih dekat dengan filsafat.
Keistimewaan buku ini terletak
pada upaya memperte-mukan berbagai tradisi filsafat—Barat, Arab–Islam, Timur,
dan Nusantara—dalam satu bingkai dialog. Dengan pendeka-tan ini, filsafat tidak
dipahami sebagai milik satu peradaban, melainkan sebagai warisan intelektual umat manusia yang tumbuh
melalui perjumpaan dan perbedaan.
Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki keterbatasan. Filsafat sendiri adalah medan pemikiran yang tak pernah selesai. Oleh karena itu, kritik, masukan, dan dialog dari para pembaca sangat diharapkan sebagai bagian dari tradisi filsafat itu sendiri: tradisi berpikir bersama secara terbuka dan jujur.

